Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Cemerlang! Strategi Abu Nawas Berdoa Minta Jodoh

BIOGRAFI SINGKAT ABU NAWAS

Assalamualaikum, Sahabat Almu Media! Sebelum menceritakan kisahnya, baiknya kita simak terlebih dahulu tentang siapa itu Abu Nawas.

Abu Nawas lahir pada 747 M, sebagai anak yatim di kota Ahvaz, Iran, ada darah Arab dan Persia mengalir di tubuhnya.

Nama lengkapnya adalah Abu Ali Al-Hasan bin Hani Al-Hakami, atau Abū-Nuwās (Bahasa Arab: ابو نواس), adalah seorang pujangga Arab.

Sepeninggal ayahnya, ibunya membawanya ke kota Basra, Irak. Di sana ia belajar beberapa ilmu agama seperti ilmu hadits, sastra Arab, dan ilmu Al Quran.

Abu Nawas adalah penyair terbesar sastra Arab klasik. Sejumlah ulama menggambarkannya sebagai sosok yang bijaksana sekaligus kocak.

DOA ABU NAWAS MINTA JODOH

Abu Nawas merupakan tokoh yang cerdas dan lucu yang dikenal di Timur Tengah. Suatu ketika Abu Nawas yang jomblo jatuh cinta kepada seorang gadis cantik jelita. Abu Nawas memang tergila-gila dengan gadis cantik, pintar serta termasuk wanita yang ahli ibadah itu. Ia sangat berambisi untuk memperistri gadis saleh itu. Cintanya yang begitu dahsyat dan membara, membuat Abu Nawas berdoa kepada Allah SWT.

“Ya Allah, jika memang gadis itu baik untuk saya, dekatkanlah kepadaku. Tetapi jika memang menurutmu ia tidak baik buatku, tolong Ya Allah, sekali lagi tolong, pertimbangkan lagi ya Allah,” doanya dengan menyebut nama gadis itu dan terkesan memaksa kehendak Allah SWT.

Abu Nawas memanjatkan doa-doa itu setiap selesai salat lima waktu tanpa henti dan terus bersungguh-sungguh. Selama berbulan-bulan ia menunggu tanda-tanda dikabulkan doanya. Berjalan lebih tiga bulan, Abu Nawas merasa doanya tak kunjung dikabulkan Allah.

Lalu Abu Nawas pun mulai introspeksi diri. “Mungkin Allah tak mengabulkan doaku karena aku kurang pasrah atas pilihan jodohku.”

STRATEGI ABU NAWAS DALAM BERDOA

Kemudian Abu Nawas pun bermunajat lagi. Tapi kali ini ganti strategi, doa itu tidak lagi menggunakan nama si gadis itu. Apalagi sampai memaksa Allah mengabulkan doanya.

Ia lalu berdoa, “Ya Allah berikanlah istri yang terbaik untukku.”

Berbulan-bulan ia terus memohon kepada Allah, namun Allah tak juga mendekatkan Abu Nawas dengan gadis pujaannya. Bahkan Allah juga tidak mempertemukan Abu Nawas dengan wanita yang mau diperistri.

Lama-lama ia mulai khawatir juga. Akhirnya ia memutar otak lagi bagaimana caranya berdoa dan bisa cepat terkabul.

Abu Nawas memang manusia cerdas. Ia tak kehabisan akal, ia pun merasa perlu sedikit ‘merayu’ kepada Allah. Ia pun mengubah doanya.

“Ya Allah, kini aku tidak minta lagi untuk diriku. Aku hanya minta gadis sebagai menantu ibuku yang sudah tua dan sangat aku cintai Ya Allah. Sekali lagi bukan untukku, Ya Tuhan. Maka, berikanlah ia menantu,” begitu doa Abu Nawas.

Dasar Abu Nawas, pakai membawa nama ibunya segala, padahal permintaanya itu tetap saja untuk dirinya. Padahal Allah Maha Tahu, tidak perlu diakali.

Tapi barangkali karena keikhlasan dan keluguan Abu Nawas tersebut, Allah pun menjawab doanya. Akhirnya Allah menakdirkan wanita cantik dan salihah itu menjadi istri Abu Nawas. Masyaallah! kisah yang happy ending ya.

PESAN ABU NAWAS UNTUK PARA JOMBLO

Oleh karena itu, bagi Anda yang masih jomblo, pelajaran yang dipetik adalah jangan lelah meminta dan berdoa kepada Allah sebab Ia pasti mengabulkan doa-doa hambanya.

Terima kasih kepada Sahabat Almu Media yang telah membaca. Sampai jumpa kembali di artikel menarik lainnya!

Share:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *