Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Seperti apa sih cantik dalam islam? : Pesona sejati dalam islam

Assalamualaikum, Sahabat Almu Media!

Sahabat Almu Media! Kali ini, mari kita bahas topik yang menyentuh hati dan jiwa, yaitu “Kecantikan dalam pandangan Islam” Seringkali, kita melupakan bahwa kecantikan sejati bukan hanya tentang penampilan fisik, tetapi juga mencakup nilai-nilai spiritual yang tercermin dalam ajaran Islam.

Banyak wanita pada zaman sekarang tampil dengan gaya sosialita namun kurang edukasi. Selfie dan body sexy wajib dipublikasi cantik dalam aplikasi sudah menjadi dedikasi, menjadi selebriti instan yang selalu menampakkan rutinitasnya hal-hal unfaedah dalam sosial media yang membuat mereka lupa akan identitas yang mereka emban.

Haus akan popularitas yang melebihi kapasitas yang mana mereka (Kaum Hawa) telah banyak memberanikan diri tampil vulgar akan tubuh mereka demi hal receh upaya memenuhi hobinya foya-foya sesuatu tidak senonoh menjadi budaya yang pada akhirnya menjadi santapan para pria.

Anggapan para wanita milenial saat ini, berpenampilan sejak dini wajib high class yang berpikir dengan gampangnya gengsi tinggi yang mereka kedepankan sedangkan yang mereka utamakan hanyalah paras. Mengikuti zaman akan bebasnya bergaul tanpa menghiraukan sopan santun, padahal hal yang diharap kumpul bukan menilai lewat sampul melainkan cantik luar dalam yang dipandang lebih mantuull!

Kecantikan menurut pandangan Ulama’

Menurut ibnu ‘asyir kecantikan terbagi menjadi 2 bagian :

  • Zina (kecantikan)  muktasibah : Yang mana kecantikan disini adalah campur tangan manusia yang merubah wujud aslinya untuk meraih hasil sesuai keinginannya contoh : mata yang berwarna hitam mereka ubah menjadi warna selain hitam.
  • Zina (kecantikan) khilliyah : Ini merupakan given (pemberian) murni dari Allah tanpa ada campur tangan siapapun, yakni murni sejak mereka lahir.

Pesona yang tersirat dalam hadis-hadis mulia

Kecantikan dalam Islam tidak hanya dilihat dari segi luar, melainkan lebih kepada keindahan akhlak dan perilaku. Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda,

                                                                                                                                                                             عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم-  إِنَّ اللَّهَ لاَ يَنْظُرُ إِلَى صُوَرِكُمْ وَأَمْوَالِكُمْ وَلَكِنْ يَنْظُرُ إِلَى قُلُوبِكُمْ وَأَعْمَالِكُمْ (رواه مسلم)

“Sungguh, Allah tidak melihat pada bentuk tubuh dan penampilan kalian, tetapi Dia melihat pada hati dan amal perbuatan kalian.” (HR. Muslim) Pesan ini mengajarkan kita bahwa kecantikan hakiki berasal dari kebaikan hati dan perilaku yang terpuji.

Sahabat Almu Media, hadis-hadis Nabi صلى الله عليه وسلم juga mengajarkan kita tentang kecantikan dalam hubungan pernikahan. Beliau bersabda,

    (رواه البخاري والمسلم)  تُنْكَحُ الْمَرْأَةُ لِأَرْبَعٍ لِمَالِهَا، وَلِحَسَبِهَا، وَجَمَالِهَا، وَلِدِينِهَا، فَاظْفَرْ بِذَاتِ الدِّينِ تَرِبَتْ يَدَاكَ

“Wanita dinikahi karena empat perkara: karena hartanya, karena keturunannya, karena kecantikannya, dan karena agamanya. Pilihlah yang beragama, niscaya engkau beruntung.” (HR. Bukhari dan Muslim) Pesan ini menekankan bahwa kecantikan sejati dapat ditemukan dalam agama dan karakter yang baik.

Dalam konteks kecantikan dalam berpakaian, Rasulullah صلى الله عليه وسلم juga memberikan pedoman.

beliau bersabda,

عن أبي هريرة رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : «صِنْفَان من أهل النار لم أَرَهُما: قوم معهم سِيَاط كَأذْنَابِ البَقر يضربون بها الناس، ونساء كاسِيَات عاريات مُمِيَلات مَائِلات، رُؤُوسُهُنَّ كَأَسْنِمَةِ البُخْتِ المائِلة لا يَدْخُلْن الجَنَّة، ولا يَجِدْن ريحها، وإن ريحها ليُوجَد من مَسِيرة كذا وكذا

“Dua golongan ahli neraka yang belum pernah aku lihat ialah, satu golongan memegang cemeti seperti ekor lembu yang digunakan bagi memukul manusia dan satu golongan lagi wanita yang memakai pakaian tetapi telanjang dan meliuk-liukkan badan juga kepalanya seperti bonggol unta yang tunduk.Mereka tidak masuk syurga dan tidak dapat mencium baunya walaupun bau syurga itu dapat dicium daripada jarak yang jauh.” (HR.Muslim) Ini mengajarkan kita untuk selalu memperhatikan etika berpakaian dalam rangka memelihara keindahan dan kepatutan.

Dalam konteks cantik berpakaian berlandasan sifat Rasululloh SAW bersabda, yang artinya “Siapa yang melabuhkan pakaiannya kerana perasaan sombong, Allah SWT tidak akan memandangnya pada hari kiamat.” Dalam hadis lain, Rasulullah SAW bersabda bermaksud: “Siapa yang memakai pakaian yang berlebih-lebihan, maka Allah akan memberikan pakaian kehinaan pada hari akhirat nanti.” (Ahmad, Abu Daud, an-Nasa’iy dan Ibnu Majah). Yang merupakan peringatan agar kita selaku ummat islam senantiasa menjaga perasaan dari sifat riya’, ‘ujub, takabbur, dan lain sebagainya yang dapat menarik kita kejalan kemungkaran.

Salah satu landasan yang dijadikan pedoman menutup aurat dalam Al- Qur’an

Dalam kehidupan sehari-hari, kita seringkali terpukau oleh citra kecantikan yang didefinisikan oleh dunia modern. Namun, dalam Islam, kecantikan sejati adalah milik mereka yang bertakwa kepada Allah. Firman-Nya,

يَا بَنِيْٓ اٰدَمَ قَدْ اَنْزَلْنَا عَلَيْكُمْ لِبَاسًا يُّوَارِيْ سَوْءٰتِكُمْ وَرِيْشًاۗ وَلِبَاسُ التَّقْوٰى ذٰلِكَ خَيْرٌۗ ذٰلِكَ مِنْ اٰيٰتِ اللّٰهِ لَعَلَّهُمْ يَذَّكَّرُوْنَ ۝٢

“Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutupi auratmu dan pakaian indah (pakaian takwa).” (QS. Al-A’raf: 26) Memberikan perhatian pada aurat dan pakaian takwa adalah cerminan kecantikan dalam Islam.

Sahabat Almu Media, kecantikan dalam Islam bukanlah sesuatu yang harus dikejar tanpa batas. Kita diajarkan untuk tidak terpaku pada citra luar saja, melainkan menjaga kebersihan dan menjunjung tinggi nilai-nilai keislaman. Kecantikan sejati dapat ditemukan dalam kesederhanaan, keikhlasan, dan rasa syukur kepada Allah.

Mari bersama-sama merenungi makna sejati kecantikan dalam Islam. Dengan memahami nilai-nilai yang terkandung dalam ajaran agama, kita dapat mencapai pesona sejati yang abadi. Terima kasih sudah menyimak informasi ini, dan sampai jumpa kembali di artikel menarik lainnya, Sahabat Almu Media!

Share:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *