Assalamualaikum, sahabat Almu Media!
Asal usul sholat yang jarang diketahui umat islam
Sholat adalah ibadah yang pertamakali dihisab pada hari kiamat, dari Abu Hurairah Rasululloh SAW bersabda : “Sesungguhnya amal yang pertama kali dihisab pada seorang hamba di hari kiamat adalah shalatnya. maka, jika shalatnya baik sungguh ia telah beruntung dan berhasil dan jika shalatnya rusak sungguh ia telah gagal dan rugi”. Jika berkurang sedikit dari shalat wajibnya, maka Allah SWT berfirman : “Lihatlah! apakah hambaku memiliki shalat sunnah, maka disempurnakanlah apa yang kurang dari shalat wajibnya kemudian begitupula dengan seluruh amalnya”
Asal usul shalat ternyata sudah ada sejak zaman para Nabi terdahulu sebelum Nabi Muhammad SAW. Adapun Para nabi yang pertama kali melakukan shalat 5 waktu :
1. Nabi ADAM AS
Dahulu sejarah shalat shubuh pertama kalinya dilakukan oleh Nabi Adam AS. Awal mulanya saat beliau turun dari surga ke bumi beliau mendapati malam yang gelap dan membuat takut, kemudian saat fajar mulai terlihat beliau mengerjakan shalat 2 rakaat. Rakaat pertama sebagai wujud syukur atas keselamatan beliau dari gelapnya malam, lalu rakaat kedua sebagai wujud syukur atas terbitnya matahari di waktu pagi.
2. Nabi IBRAHIM AS
Adapun asal usul shalat Dzuhur dahulu pertama kali dilakukan oleh Nabi Ibrahim AS. Awal mulanya dahulu nabi Ibrahim diperintah oleh ALLAH SWT untuk menyembelih putranya yang bernama Isma’il, tentu ujian ini sangat berat namun karena itu merupakan perintah Allah maka Nabi Ibrahim mentaatinya. Atas kuasa Allah ketika Isma’il hendak di sembelih, Allah ganti sesembelihannya menjadi seekor Domba sehingga Nabi Isma’il selamat. Kejadian itu terjadi saat matahri tergelincir atau pada waktu Dzuhur atas rasa syukur itu lantas Nabi Ibrahim mengerjakan shalat 4 rakaat, setiap rakaat shalat Dzuhur yang dikerjakan Nabi Ibrahim memiliki maksud tertentu. Rakaat 1 : sebagai rasa syukur atas digantinya isma’il , rakaat 2 rasa syukur atas hilangnya rasa sedih sebab anaknya, rakaat 3 diakukan sebab mengharapakan ridho Allah SWT, rakaat 4 sebab memperoleh kenikmatan yaitu Domba yang asalnya dari surga. Domba tersebut merupakan kepunyaan habil putra Nabi Adam AS .
3. Nabi YUNUS AS
Shalat Ashar pertamakali dilaksanakan oleh nabi Yunus AS. Dikisahkan dahulu Nabi Yunus pernah ditelan oleh ikan paus besar kemudian Allah SWT lantas mengeluarkan Nabi Yunus dari dalam perut ikan tersebut pada waktu Ashar, setelah itu Nabi Yunus lalu mengerjakan shalat 4 rakaat sebagai wujud syukur atas diselamatkannya beliau dari kegelapan. Pada saat nabi Yunus berada dalam perut ikan, beliau terjebak dalam 4 jenis kegelapan yaitu gelapnya isi perut ikan, gelapnya lautan, gelapnya malam, dan gelapnya perut ikan paus.
4. Nabi ISA AS
Sedangkan shalat maghrib pertamakali dikerjakan oleh Nabi Isa AS. Kisahnya dahulu Nabi Isa keluar dari kaumnya disaat matahari terbenam atau waktu maghrib, setelah itu Nabi Isa lantas mengerjakan shalat 3 rakaat yang memiliki maksud dan ungkapan, yaitu yang pertama sebagai ungkapan tiada tuhan yang wajib disembah kecuali Allah SWT, lalu ungkapan yang kedua sebagai peniadaan tuduhan zina dari kaum Nabi Isa AS kepada ibunya, dan yang ketiga adalah ungkapan bahwa ketuhanan hanyalah milik Allah SWT.
5. Nabi MUSA AS
Shalat yang terakhir dahulu dilakukan oleh Nabi Musa AS. Nabi Musa pernah tersesat saat melakukan perjalanan dari madian, saat tersesat itu Nabi Musa mengalami 4 kesedihan yaitu; sedih atas istri beliau, sedih atas saudara beliau Nabi Harun, sedih atas anak beliau, dan sedih atas berkuasanya kerajaan fir’aun. Kemudian saat waktu isya’ tiba Allah SWT lantas menyelamatkan Nabi Musa, atas rasa syukur hilangnya 4 kesedihan itu Nabi Musa lalu mengerjakan shalat 4 rakaat.
Namun masih terdapat sedikit perbedaan riwayat, ada yang mengatakan bahwa Shubuh adalah shalat Nabi Adam, Dzuhur shalat nabi Daud, Ashar shalat Nabi Sulaiman, Maghrib shalat Nabi Ya’kub AS, Isya’ shalat Nabi Yunus AS.
Selanjutnya 5 shalat itu lalu dijadikan kewajiban sebagai ibadah umat Nabi Muhammad SAW. Kisah ini sebagaimana diterangkan dalam kitab kitab Sullam Al- Munajah syarah Syafinatussolah karya Syekh Nawawi Banten. Lalu apakah sama shalat nabi terdahulu dengan Shalat yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW? tentu jawabannya adalah tidak sama, gerakan shalat dan bacaan nabi terdahulu berbeda dengan shalat yang kita lakukan sehari-hari.
Dahulu sebelum ada pensyariatan shalat 5 waktu, nabi Muhammad sudah terbiasa melakukan shalat di waktu pagi dan sore hari. Hal ini diperkuat dengan adanya dalil Al-qur’an yang Artinya : “Dan sucikanlah, shalatlah dengan memuji tuhanmu di waktu sore dan pagi hari”. Dalil ini sudah menjadi bukti bahwa shalat sudah dilakukan Nabi Muhammad SAW sebelum peristiwa isra’ mi’raj.
Sampai jumpa kembali di artikel menarik lainnya, Sahabat Almu Media! Tetaplah bijak dalam menggunakan sosial media, dan jangan ragu untuk membagikan informasi ini kepada sahabat dan keluarga Anda.





